Ekonomi

Pemerintah Dorong UMKM Lewat Wisata Gastronomi Lokal

visualisationmagazine – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkomitmen mengembangkan wisata gastronomi berbasis UMKM hingga ke tingkat perdesaan. Langkah ini diambil untuk memperkuat potensi ekonomi lokal sekaligus memperluas pasar produk UMKM di tingkat nasional maupun internasional.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan bahwa pengembangan desa wisata berbasis gastronomi menjadi strategi utama dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa. “Kami akan fokus untuk membangun dan membuat pertumbuhan desa wisata,” ujar Maman saat membuka Konferensi Internasional tentang Pariwisata, Gastronomi, dan Tujuan Wisata (TGDIC) 2025 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (17/10).

Menurut Maman, gastronomi memiliki keterkaitan erat dengan sektor kuliner dan menjadi salah satu daya tarik utama pariwisata. Wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, sering kali menjadikan pengalaman kuliner lokal sebagai bagian penting dari perjalanan mereka.

Melalui pendekatan berbasis desa, pemerintah berencana memilih sejumlah kawasan sebagai desa percontohan untuk dijadikan model pengembangan wisata kuliner terpadu. Program ini mencakup pelatihan bagi pelaku UMKM, penguatan rantai pasok bahan lokal, dan promosi digital guna memperluas jangkauan pasar.

Selain memberikan dampak ekonomi, wisata gastronomi juga berperan penting dalam pelestarian budaya dan identitas daerah. Setiap kuliner tradisional mencerminkan kekayaan sejarah dan kearifan lokal yang dapat menjadi nilai tambah dalam menarik wisatawan. “Melalui gastronomi, kita tidak hanya menjual makanan, tetapi juga cerita dan budaya yang menyertainya,” kata Maman menegaskan.

Kementerian UMKM juga menggandeng berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, asosiasi kuliner, dan akademisi untuk memperkuat sinergi dalam program pengembangan ini. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi desa sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha kecil di sektor pariwisata.

Dengan strategi yang terarah, wisata gastronomi berbasis UMKM diyakini dapat menjadi pilar baru dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

“Baca juga : Gubernur Sherly Tjoanda Laporkan Harta Capai Ratusan Miliar

Pemerintah Perkuat UMKM Lewat Wisata Gastronomi, Fokus ke Pelatihan dan Akses Permodalan

Pemerintah terus memperkuat peran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam pengembangan wisata gastronomi sebagai bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan potensi sektor kuliner yang menjadi salah satu penggerak utama pariwisata dan ekonomi daerah.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menjelaskan bahwa sektor kuliner memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. “Sektor kuliner berkontribusi sekitar 41 persen dari total produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif nasional,” ungkapnya saat menghadiri Konferensi Internasional Pariwisata, Gastronomi, dan Tujuan Wisata (TGDIC) 2025 di Nusa Dua, Bali.

Menurut Maman, baik sektor kuliner maupun pariwisata digerakkan oleh pelaku UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Karena itu, penguatan kapasitas dan daya saing UMKM menjadi fokus utama pemerintah dalam mewujudkan wisata gastronomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Dari sisi pembiayaan, pemerintah mengarahkan dukungan permodalan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR), termasuk bagi pelaku usaha di sektor pariwisata. Pada 2025, pemerintah mengalokasikan plafon KUR sebesar Rp300 triliun. Hingga 6 Oktober 2025, realisasi penyaluran telah mencapai Rp206,2 triliun yang diberikan kepada 3,5 juta debitur. Dari jumlah tersebut, penyaluran untuk sektor produksi mencapai Rp124,7 triliun atau melampaui target 60 persen.

Maman menegaskan, sinergi lintas sektor sangat penting agar program pengembangan wisata gastronomi berbasis UMKM berjalan optimal. Ia mengajak seluruh pihak, termasuk dunia pendidikan, untuk ikut terlibat dalam mendampingi pelaku usaha.

Menanggapi hal itu, Rektor Institut Pariwisata Trisakti, Fetty Asmaniati, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif pemerintah. “Kami berkomitmen mempercepat pengembangan desa wisata dengan memberikan edukasi dan pendampingan bagi pelaku UMKM,” ujarnya. Institut Pariwisata Trisakti saat ini telah membina 15 desa wisata di wilayah Jawa dan Sumatera sebagai bagian dari program penguatan kapasitas pelaku UMKM lokal.

“Baca juga : PT Gudang Garam Desak Pemerintah Tindak Rokok Ilegal”

setnis

Share
Published by
setnis

Recent Posts

Kisaran Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih Setara BUMN

Visualisationmagazine.com - Kisaran gaji manajer Koperasi Desa Merah Putih menjadi perhatian publik setelah disebut memiliki…

1 day ago

Rehabilitasi Sawah Lambat, Mentan Targetkan Tuntas 1 Bulan

Visualisationmagazine.com - Rehabilitasi sawah di sejumlah daerah dinilai masih berjalan lambat. Kondisi tersebut mendapat perhatian…

3 days ago

Perbandingan Gaji Operator SPBU Pertamina dan Shell

Visualisationmagazine.com - Perbandingan Gaji Operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi salah satu pekerjaan…

4 days ago

Menaker Dorong Hubungan Industrial Naik Kelas di Pupuk Kaltim

Visualisationmagazine.com - Menaker Dorong Pemerintah peningkatan kualitas hubungan industrial di sektor industri strategis melalui penandatanganan…

4 days ago

Negosiasi AS–Iran Gagal, Trump Perintahkan Blokade Hormuz

Visualisationmagazine.com - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah negosiasi diplomatik yang berlangsung beberapa…

5 days ago

Seskab Teddy Jelaskan Kondisi Ekonomi RI dan Isu Chaos

  Visualisationmagazine.com - Pemerintah menanggapi berbagai narasi yang menyebut kondisi ekonomi Indonesia menuju kekacauan atau…

7 days ago