visualisationmagazine.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan penghormatan terakhir kepada tiga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Korban tersebut adalah Alm. Ferry Irawan, Alm. Yoga Naufal, dan Alm. Capt. Andy Dahananto.
Ketiganya merupakan insan yang gugur saat menjalankan tugas negara.
Upacara penghormatan digelar di Auditorium Madidihang AUP Kelautan dan Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta.
Kegiatan berlangsung pada Minggu dan dihadiri jajaran pimpinan serta pegawai KKP.
Suasana upacara berlangsung khidmat dan penuh rasa duka.
Penghormatan ini menjadi bentuk apresiasi institusi terhadap dedikasi para almarhum.
KKP menilai jasa mereka memiliki arti penting bagi pelaksanaan tugas kementerian.
Baca juga: “Sandi Nugroho Ditunjuk Jadi Kapolda Sumsel”
Pernyataan Wakil Menteri KKP
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan menyampaikan penghargaan resmi dalam upacara tersebut.
Ia menegaskan dedikasi para almarhum selama bertugas patut dikenang.
“Kementerian Kelautan dan Perikanan menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi para almarhum,” ujar Didit.
Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan keluarga dan rekan kerja korban.
Didit juga menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh korban kecelakaan pesawat.
Ia menyadari tidak semua korban dapat diberikan penghormatan serupa.
Hal tersebut disebabkan berbagai kendala teknis dan situasional.
“Saya menyampaikan bela sungkawa mendalam kepada seluruh korban yang wafat,” kata Didit.
Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Korban Lain Belum Mendapat Penghormatan Terakhir
Kecelakaan pesawat ATR 42-500 menewaskan total 10 kru dan penumpang.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Insiden terjadi pada Sabtu, 17 Januari.
Dari total korban, tujuh orang belum sempat diberikan penghormatan terakhir di Jakarta.
Didit menjelaskan kondisi medan dan teknis menjadi kendala utama.
Namun, pemerintah tetap menyampaikan penghormatan dan duka cita kepada seluruh korban.
Menurut KKP, penghormatan institusional tidak mengurangi nilai jasa korban lain.
Setiap korban dinilai telah mengabdikan diri secara maksimal.
Santunan dan Beasiswa bagi Keluarga Korban
KKP memastikan keluarga korban akan mendapatkan hak sesuai ketentuan.
Santunan akan diberikan kepada ahli waris korban kecelakaan pesawat.
Selain itu, KKP menyiapkan program beasiswa untuk anak korban.
Didit menegaskan komitmen negara dalam melindungi keluarga korban.
Langkah tersebut diharapkan meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
Pemberian beasiswa menjadi bagian dukungan jangka panjang.
Kebijakan ini sejalan dengan prinsip perlindungan aparatur negara.
KKP menilai keberlanjutan pendidikan anak korban perlu dijamin.
Apresiasi untuk Tim SAR Gabungan
Wakil Menteri KKP juga menyampaikan apresiasi kepada tim pencarian dan evakuasi.
Tim SAR gabungan bekerja selama kurang lebih tujuh hari.
Mereka melakukan pencarian di medan pegunungan yang sulit dijangkau.
“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh aparat dan relawan,” ujar Didit.
Ia menyebut dedikasi tim SAR patut diapresiasi oleh negara.
Operasi SAR melibatkan unsur TNI, Polri, Basarnas, dan relawan.
Pencarian dilakukan siang dan malam tanpa mengenal lelah.
Keselamatan personel SAR juga menjadi perhatian utama.
Proses Penemuan Korban di Gunung Bulusaraung
Tim SAR gabungan menemukan enam korban pada Kamis, 22 Januari.
Lokasi penemuan berada di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
Medan terjal menyulitkan proses evakuasi.
Penemuan tersebut merupakan hasil pencarian sejak hari kejadian.
TNI menyampaikan informasi itu melalui siaran pers resmi.
Siaran pers diterima di Jakarta pada Jumat.
Upaya pencarian dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi.
Cuaca dan kondisi geografis menjadi tantangan utama.
Namun, tim terus bekerja hingga seluruh korban ditemukan.
Konteks Penugasan dan Nilai Pengabdian
Pesawat ATR 42-500 diketahui menjalankan misi kedinasan.
Para korban merupakan bagian dari upaya pelayanan negara.
Kecelakaan ini menjadi duka mendalam bagi KKP dan masyarakat.
Pengabdian para korban dinilai mencerminkan profesionalisme aparatur.
KKP menegaskan keselamatan kerja menjadi perhatian penting ke depan.
Evaluasi prosedur keselamatan akan terus dilakukan.
Tragedi ini juga mengingatkan pentingnya mitigasi risiko transportasi.
Koordinasi lintas lembaga dinilai krusial dalam misi lapangan.
Komitmen Negara Menghormati Pengabdian
Penghormatan terakhir menjadi simbol penghargaan negara atas jasa korban.
KKP menegaskan tidak akan melupakan pengabdian para almarhum.
Dukungan kepada keluarga korban akan terus diberikan.
Ke depan, KKP berkomitmen memperkuat sistem keselamatan penugasan.
Peningkatan koordinasi dan mitigasi risiko menjadi fokus utama.
Tragedi ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pemangku kepentingan.
Negara hadir untuk menghormati, melindungi, dan mendampingi keluarga korban.
Pengabdian para korban akan selalu dikenang dalam perjalanan KKP.
Baca juga: “Menteri KKP Pingsan Saat Upacara Pelepasan Jenazah Korban ATR 42-500”




Leave a Reply