visualisationmagazine.com – Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyatakan dukungan penuh terhadap Pocari Sweat Run 2026. Ajang lari ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan sport tourism nasional.
Erick menyampaikan dukungan tersebut dalam Konferensi Pers Pocari Sweat Run 2026 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Acara itu digelar pada Kamis dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan.
Menurut Erick, ajang olahraga yang melibatkan masyarakat luas memberi dampak berlapis. Dampak tersebut mencakup kesehatan publik dan peningkatan ekonomi lokal.
“Saya mengapresiasi pihak swasta seperti Pocari yang menghadirkan kegiatan sehat sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Erick.
Ia menilai kolaborasi pemerintah dan swasta sangat penting dalam membangun ekosistem olahraga berkelanjutan.
Baca juga: “Naomi Osaka Melaju ke Babak Kedua Australian Open 2026”
Dua Lokasi Strategis: Lombok dan Bandung
Pocari Sweat Run 2026 akan digelar di dua lokasi utama. Lombok, Nusa Tenggara Barat, menjadi tuan rumah pada 11–12 Juli 2026.
Bandung, Jawa Barat, akan menggelar ajang serupa pada 19–20 September 2026. Kedua lokasi dipilih karena memiliki daya tarik wisata kuat.
Menpora menilai Lombok dan Bandung memiliki lanskap alam dan infrastruktur pendukung. Faktor tersebut penting untuk menarik pelari domestik dan mancanegara.
Ia berharap penyelenggaraan di dua daerah memperluas dampak ekonomi. Dampak tersebut mencakup sektor perhotelan, transportasi, dan UMKM.
Menpora Soroti Dampak Ekonomi Ajang Lari Dunia
Erick mencontohkan dampak ekonomi ajang lari internasional. Ia menyebut New York Marathon sebagai contoh sukses sport tourism.
Ajang tersebut diikuti lebih dari 50.000 pelari dari berbagai negara. Dampak ekonominya mencapai sekitar Rp11 triliun.
Ia juga menyinggung Tokyo Marathon yang diikuti 45.000 peserta. Ajang tersebut menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp6 hingga Rp7 triliun.
Menurut Erick, jumlah pelari dunia berkisar 1,3 hingga 1,5 juta orang. Namun, ekosistem pendukung memberi dampak ekonomi jauh lebih besar.
Ia menilai Indonesia memiliki potensi serupa dengan jumlah penduduk besar dan alam beragam.
Target Global dan Daya Saing Regional
Menpora juga menyinggung ajang lari besar di kawasan Asia Tenggara. Singapore Marathon dan Thailand Marathon disebut sebagai contoh sukses.
Ia berharap Indonesia memiliki ajang lari yang dikenal secara global. Pocari Sweat Run dinilai memiliki fondasi kuat menuju arah tersebut.
Erick mendorong agar ajang ini terus bertumbuh dan meningkatkan standar internasional. Targetnya adalah menarik pelari dari berbagai belahan dunia.
Menurutnya, ajang global mampu memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi sport tourism.
Penyelenggara Dorong Gaya Hidup Sehat Berkelanjutan
Direktur Pemasaran PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati, menjelaskan visi Pocari Sweat Run. Ia menyebut ajang ini mendorong gaya hidup sehat melalui lari.
Pocari Sweat Run pertama kali digelar pada 2014. Sejak itu, jumlah peserta terus meningkat setiap tahun.
Pada edisi awal, peserta tercatat sebanyak 5.150 orang. Pada 2025, jumlah peserta meningkat menjadi 55.435 orang.
Penyelenggara menargetkan 60.000 peserta pada Pocari Sweat Run 2026. Target tersebut mencakup peserta luring dan virtual.
Sebanyak 10.000 peserta ditargetkan hadir di Lombok. Sebanyak 35.000 peserta ditargetkan hadir di Bandung.
Selain itu, 15.000 peserta akan mengikuti secara virtual dari berbagai wilayah.
Harapan Terhadap Dampak Kesehatan dan Ekonomi
Winawati berharap peningkatan peserta berdampak langsung pada kesehatan masyarakat. Ia juga menargetkan dampak ekonomi yang semakin luas.
Menurutnya, sport tourism mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi. Dampaknya dirasakan masyarakat sekitar lokasi kegiatan.
Ia menegaskan komitmen penyelenggara untuk menggelar ajang secara berkelanjutan. Konsistensi dianggap penting membangun kepercayaan pelari global.
Dukungan Lintas Sektor Perkuat Ekosistem
Konferensi pers juga dihadiri sejumlah tokoh nasional. Mereka berasal dari sektor pariwisata, industri kreatif, dan BUMN.
Hadir Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa. Turut hadir Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad.
CEO InJourney Maya Watono dan perwakilan SMBC juga hadir. Kehadiran lintas sektor memperkuat dukungan terhadap ajang ini.
Kolaborasi tersebut menunjukkan sport tourism menjadi agenda nasional strategis.
Menuju Ajang Lari Kelas Dunia
Pocari Sweat Run 2026 diproyeksikan menjadi lebih dari sekadar ajang olahraga. Event ini diarahkan menjadi penggerak ekonomi nasional.
Dukungan Menpora memperkuat posisi Pocari Sweat Run dalam peta sport tourism Indonesia. Konsistensi dan kolaborasi menjadi kunci keberhasilan.
Dengan potensi alam dan pasar domestik besar, Indonesia memiliki peluang besar. Pocari Sweat Run dapat menjadi ikon lari kelas dunia.
Baca juga: “Pontianak City Run 2026 Jadi Magnet Pelari Dunia”




Leave a Reply