visualisationmagazine.com – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bergerak cepat untuk menanggapi keluhan masyarakat terkait penumpukan sampah di Pasar Cimanggis, Kota Tangerang Selatan, Banten. Sebanyak 116 ton sampah berhasil diangkut dalam upaya penataan dan pengelolaan sampah yang melibatkan berbagai pihak. Langkah ini diambil untuk mengurangi dampak lingkungan dan menjaga kebersihan serta kesehatan masyarakat setempat.
Baca juga: “Ekspor Kaltim Capai Rp37 Miliar, Tembus Pasar Global”
Respons Cepat KLH Terhadap Penumpukan Sampah di Pasar Cimanggis
Masalah penumpukan sampah di Pasar Cimanggis mulai mencuat setelah warga melaporkan kondisi pasar yang dipenuhi sampah hingga mendekati atap bangunan. Bau tak sedap yang dihasilkan dari tumpukan sampah ini mengganggu aktivitas pedagang dan masyarakat sekitar. Selain itu, sampah tersebut berpotensi mencemari lingkungan sekitar, mempengaruhi kualitas udara, dan mengundang risiko kesehatan.
Menanggapi hal ini, Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan bahwa KLH segera mengambil tindakan untuk mengatasi persoalan ini. “Kami merespons cepat aduan warga dengan memastikan pengangkutan sampah dan penataan lokasi berjalan dengan baik. Ke depan, kami juga mendorong penguatan sistem penampungan dan pengawasan agar persoalan sampah di pasar dapat dikendalikan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Penanganan Sampah Melibatkan Berbagai Pihak
Untuk menangani masalah sampah yang menumpuk, KLH/BPLH bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan dan Dinas Pasar. Pengangkutan sampah dilakukan mulai malam hingga pagi hari untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas pasar. Sampah yang diangkut berasal dari aktivitas pasar itu sendiri serta timbulan sampah dari masyarakat sekitar.
Setelah proses pengangkutan, area pasar yang sebelumnya dipenuhi tumpukan sampah kini mulai dibersihkan secara bertahap. Ini menjadi langkah pertama dalam memastikan pasar tetap beroperasi dengan baik tanpa gangguan dari masalah sampah.
Langkah Lanjutan: Penataan dan Pembentukan Satgas
Sebagai langkah lanjutan, KLH/BPLH juga melakukan pengerasan lokasi yang sebelumnya terkontaminasi sampah. Selain itu, kontainer untuk tempat penampungan sementara (TPS) juga disediakan. Truk khusus diletakkan di area yang telah dibersihkan untuk memastikan sampah pasar dapat tertangani dengan baik dan tidak kembali menumpuk di masa mendatang.
Selain itu, KLH/BPLH mendorong pembentukan satuan tugas (satgas) untuk menjaga kebersihan pasar secara konsisten, terutama di area yang rawan terjadi pembuangan sampah ilegal. Pembentukan satgas ini bertujuan untuk menjaga kebersihan pasar secara berkelanjutan dan mengurangi potensi penumpukan sampah di masa depan.
Penyebab Penumpukan Sampah dan Solusi Sementara
Penumpukan sampah yang terjadi di Pasar Cimanggis juga dipengaruhi oleh penutupan sementara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang selama sekitar sepuluh hari. Penutupan ini dilakukan untuk penataan dan normalisasi saluran air serta kali yang tertutup oleh sampah. Proses normalisasi ini diperkirakan akan berlangsung selama satu bulan.
Sebagai solusi sementara, sampah yang dihasilkan oleh pasar dan masyarakat dialihkan ke 54 Tempat Pengelolaan Sampah Reusable (TPS3R) yang memiliki kapasitas 99 ton per hari. Selain itu, dua Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang memiliki kapasitas 14 ton per hari juga digunakan untuk menampung sampah dari Pasar Cimanggis, sehingga pengelolaan sampah tetap berjalan meski TPA Cipeucang sedang dalam proses normalisasi.
Pengelolaan Sampah Perkotaan yang Responsif dan Kolaboratif
KLH/BPLH menegaskan bahwa penanganan sampah di Pasar Cimanggis merupakan bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah perkotaan yang lebih responsif, kolaboratif, dan berorientasi pada perlindungan kesehatan serta lingkungan hidup masyarakat. Hal ini sesuai dengan komitmen KLH untuk terus mengawal pengelolaan sampah di seluruh wilayah Indonesia, agar masyarakat dapat hidup dalam lingkungan yang bersih dan sehat.
Menurut Hanif Faisol Nurofiq, KLH/BPLH akan terus mengawal tindak lanjut di lapangan dan memastikan pengelolaan sampah berjalan sesuai ketentuan. “Kami akan terus melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” katanya.
Ke Depan: Penguatan Sistem Penampungan dan Pengawasan Sampah
Ke depan, KLH berencana untuk memperkuat sistem penampungan sampah di pasar-pasar lainnya di Tangerang Selatan dan wilayah lainnya di Indonesia. Peningkatan kapasitas dan sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien akan dilakukan untuk menghindari penumpukan sampah di masa yang akan datang. Pembentukan satgas dan pengawasan yang lebih ketat juga akan terus diperkuat untuk menjamin kebersihan pasar dan lingkungan sekitar.
KLH/BPLH juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan dan memanfaatkan fasilitas pengelolaan sampah yang ada.
Langkah-langkah yang diambil KLH/BPLH dalam penanganan sampah di Pasar Cimanggis merupakan contoh nyata dari komitmen pemerintah untuk menjaga kualitas lingkungan hidup. Dengan pengelolaan sampah yang lebih baik dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan masalah sampah di kota-kota besar seperti Tangerang Selatan dapat diatasi dengan lebih efektif dan berkelanjutan.
Baca juga: “KLH Angkut 116 Ton Sampah Cimanggis Tangerang Selatan”




Leave a Reply