visualisationmagazine.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali meningkatkan penyediaan uang tunai menjelang libur panjang.
Nilai pasokan uang tunai mencapai Rp2,9 triliun untuk Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Langkah ini diambil meski transaksi digital QRIS terus menjadi pilihan utama masyarakat.
Kepala Perwakilan BI Bali, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan peningkatan pasokan tersebut signifikan.
“Penyediaan uang tunai meningkat 3,57 persen dibandingkan 2024,” kata Erwin di Denpasar.
BI Bali menilai kebutuhan uang kartal tetap tinggi saat momentum liburan.
Baca juga: “KLH Dukung Penanganan 116 Ton Sampah yang Menumpuk di Tangerang Selatan”
Lonjakan aktivitas ekonomi dan pariwisata mendorong peningkatan permintaan uang tunai.
Masyarakat masih membutuhkan uang kertas dan logam untuk berbagai transaksi.
BI Bali memastikan ketersediaan uang dalam jumlah cukup dan tepat waktu.
Jaminan Kualitas dan Ketersediaan Uang Rupiah
BI Bali menegaskan komitmen menjaga kualitas uang yang beredar.
Uang tunai disediakan dalam pecahan sesuai kebutuhan masyarakat.
Kondisi uang dipastikan layak edar dan mudah digunakan.
Erwin menjelaskan penyediaan uang mencakup seluruh wilayah Bali.
Distribusi dilakukan melalui perbankan dan layanan kas keliling.
Pendekatan ini menjaga kelancaran transaksi selama libur panjang.
BI Bali juga mengantisipasi kepadatan aktivitas ekonomi di pusat wisata.
Wilayah tujuan wisata utama menjadi perhatian khusus distribusi uang.
Langkah ini penting untuk mendukung kenyamanan wisatawan.
Optimisme Ekonomi Bali Dorong Kebutuhan Uang Kartal
Peningkatan pasokan uang mencerminkan optimisme ekonomi Bali.
Pertumbuhan ekonomi Bali diperkirakan menguat pada triwulan IV-2025.
Momentum libur Natal dan Tahun Baru menjadi pendorong utama.
Sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa diperkirakan meningkat signifikan.
Aktivitas konsumsi masyarakat biasanya naik pada akhir tahun.
Kondisi ini memicu peningkatan kebutuhan transaksi tunai.
BI Bali memantau indikator ekonomi secara berkala.
Kebijakan penyediaan uang disesuaikan dengan dinamika lapangan.
Tujuannya menjaga stabilitas sistem pembayaran daerah.
QRIS Tetap Jadi Primadona Transaksi Digital
Meski uang tunai ditingkatkan, BI Bali terus mendorong transaksi non-tunai.
QRIS menjadi tulang punggung pembayaran digital di Bali.
Adopsi QRIS terus meluas dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Hingga Oktober 2025, volume transaksi QRIS mencapai 134,59 juta.
Jumlah pengguna dan gerai QRIS masing-masing mencapai 1,05 juta.
Capaian ini menunjukkan penetrasi digitalisasi pembayaran sangat tinggi.
Erwin menyebut QRIS memberi kemudahan dan efisiensi transaksi.
Pembayaran digital juga meningkatkan transparansi dan keamanan.
Wisatawan domestik dan mancanegara turut memanfaatkan QRIS.
Penguatan Infrastruktur dan Edukasi Digital
BI Bali melakukan akselerasi penguatan transaksi non-tunai.
Fokus utama berada pada penguatan infrastruktur sistem pembayaran.
Edukasi masyarakat juga terus diperluas.
Program literasi digital menyasar pelaku usaha dan konsumen.
Tujuannya meningkatkan pemahaman penggunaan QRIS secara aman.
BI Bali juga meningkatkan kenyamanan wisatawan bertransaksi digital.
Kolaborasi dilakukan dengan pemerintah daerah dan perbankan.
Pelaku usaha didorong menyediakan opsi pembayaran non-tunai.
Langkah ini mendukung ekosistem ekonomi digital Bali.
Layanan Penukaran Uang Diperluas
Di sisi lain, BI Bali menggiatkan layanan penukaran uang.
Layanan dilakukan melalui mobil kas keliling.
Perbankan turut dilibatkan dalam penyediaan layanan ini.
Sepanjang Desember 2025, layanan penukaran dilakukan di Kabupaten Jembrana.
Realisasi penukaran uang di wilayah tersebut mencapai Rp945 juta.
Antusiasme masyarakat menunjukkan kebutuhan penukaran tetap tinggi.
BI Bali juga memperluas layanan ke berbagai lokasi strategis.
Tempat peribadatan menjadi salah satu sasaran utama.
Institusi pendidikan juga mendapat layanan kas keliling.
Penukaran Uang di Institusi Pendidikan
Layanan penukaran uang digelar di tiga institusi pendidikan di Denpasar.
Kegiatan berlangsung pada 9 hingga 11 Desember 2025.
Nilai penukaran di lokasi tersebut mencapai Rp400 juta.
Langkah ini memudahkan masyarakat mengakses uang layak edar.
Mahasiswa dan tenaga pendidik menjadi penerima manfaat.
Pendekatan ini memperluas jangkauan layanan BI Bali.
BI Bali menilai strategi jemput bola efektif meningkatkan pelayanan.
Masyarakat tidak perlu datang jauh ke kantor bank.
Layanan menjadi lebih cepat dan efisien.
Layanan Digital Penukaran Uang
BI Bali juga menyediakan layanan penukaran uang secara daring.
Masyarakat dapat memesan penukaran melalui situs pintar.bi.go.id.
Layanan ini mencakup uang rusak dan uang cacat.
Uang yang dicabut dari peredaran juga dapat ditukarkan.
Sistem daring memudahkan pengaturan jadwal penukaran.
Langkah ini mengurangi antrean dan meningkatkan kenyamanan.
BI Bali mendorong masyarakat memanfaatkan layanan digital tersebut.
Integrasi layanan digital sejalan dengan transformasi sistem pembayaran.
Pendekatan ini mendukung efisiensi operasional bank sentral.
Edukasi Cinta dan Bangga Rupiah
BI Bali mengajak masyarakat menjaga dan menghargai rupiah.
Masyarakat diimbau tidak melipat atau merusak uang.
Tindakan seperti mensteples dan mencoret uang harus dihindari.
Uang juga harus dijaga dari kondisi basah.
Perlakuan yang baik menjaga umur edar uang.
Edukasi ini menjadi bagian kampanye cinta rupiah.
BI Bali juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan bertransaksi tunai.
Masyarakat diminta memeriksa keaslian uang rupiah.
Metode 3D menjadi acuan utama.
“Dilihat, diraba, dan diterawang,” ujar Erwin.
Langkah ini mencegah peredaran uang palsu.
Kepercayaan terhadap rupiah tetap terjaga.
Tunai dan Digital Berjalan Beriringan
BI Bali menegaskan uang tunai dan digital saling melengkapi.
Peningkatan pasokan uang tidak menghambat digitalisasi pembayaran.
Keduanya dibutuhkan sesuai konteks dan kebutuhan masyarakat.
QRIS terus menjadi primadona transaksi harian.
Namun, uang tunai tetap relevan pada momen tertentu.
Libur panjang menjadi salah satu periode krusial.
Ke depan, BI Bali akan menjaga keseimbangan sistem pembayaran.
Stabilitas, keamanan, dan kenyamanan menjadi prioritas utama.
Langkah ini mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang berkelanjutan.
Baca juga: “Viral Toko Roti Tolak Nenek Bayar Tunai Harus Pakai QRIS, BI Buka Suara”




Leave a Reply