visualisationmagazine.com – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri meninjau pengamanan di Gereja Santo Andreas Kim Tae Gon, Kelapa Gading, Jakarta Utara, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan umat Kristiani dapat melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman.
“Malam ini Kapolda dan rombongan meninjau gereja ini dan melihat kesiapan dalam menyelenggarakan ibadah Natal,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, Senin di Jakarta.
Ia menjelaskan, kehadiran Kapolda juga untuk memantau kesiapan personel kepolisian dalam memberikan pelayanan maksimal kepada jemaat.
“Kami melihat apakah kapasitas gereja cukup menampung jemaat atau justru overload. Itu yang kami tinjau,” tambahnya.
Baca juga: “QRIS Meningkat, BI Bali Tetap Tambah Uang Tunai”
Sistem Pengamanan Melibatkan Berbagai Pihak
Pengamanan ibadah Natal diserahkan kepada Polres Metro Jakarta Utara dan Polsek Kelapa Gading.
Selain kepolisian, pengamanan juga melibatkan TNI, pemerintah, organisasi pemuda, dan organisasi masyarakat setempat.
“Seluruh pihak kami libatkan. Ini bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota toleransi terhadap semua umat beragama,” kata Budi.
Kapolda beserta rombongan tiba sekitar pukul 21.00 WIB, disambut pengurus gereja dan Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendriz.
Mereka kemudian langsung meninjau area ibadah dan berinteraksi dengan pengurus gereja untuk memastikan semua persiapan berjalan lancar.
Kapasitas Jemaat dan Persiapan Ibadah
Gereja Santo Andreas Kim Tae Gon menggelar Misa Natal dalam dua periode.
Periode pertama biasanya dihadiri sekitar 5.000 jemaat, sementara periode kedua mencapai 3.000 orang.
Kapolda menekankan pentingnya pengaturan kapasitas untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan jemaat.
Selain pengamanan fisik, petugas juga menyiapkan prosedur untuk mengatur arus jemaat, keamanan kendaraan, dan pemantauan jalur evakuasi darurat.
Langkah ini bertujuan memastikan ibadah berlangsung tertib dan tidak menimbulkan risiko keamanan.
Fokus pada Keselamatan dan Kenyamanan Jemaat
Kapolda Metro Jaya menekankan pentingnya keseimbangan antara pengamanan dan kenyamanan ibadah.
Ia meminta agar seluruh personel menjaga profesionalisme, bersikap ramah, dan memudahkan akses jemaat.
“Keamanan bukan berarti menghambat kegiatan, tetapi memastikan semua berjalan aman dan tertib,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi simbol kerja sama lintas institusi dalam menjaga toleransi beragama.
Kapolda menegaskan pengawasan dilakukan secara persuasif agar masyarakat merasa nyaman dan aman selama perayaan Natal.
Jakarta Tetap Kota Toleransi
Peninjauan Kapolda Metro Jaya di Gereja St Kim Tae Gon menunjukkan komitmen aparat menjaga keselamatan ibadah umat Kristiani.
Dengan pengamanan terpadu antara kepolisian, TNI, dan masyarakat, diharapkan Natal dan Tahun Baru 2026 berjalan lancar.
Langkah ini sekaligus memperkuat citra Jakarta sebagai kota toleran, aman, dan nyaman bagi seluruh warga.
Pendekatan Kapolda yang melibatkan komunikasi langsung dengan pengurus gereja dan pemantauan lapangan menegaskan pentingnya pengamanan proaktif.
Kesiapan personel dan koordinasi lintas pihak diharapkan dapat mengantisipasi potensi gangguan dan memastikan kegiatan ibadah tetap kondusif.
Baca juga: “Amankan Nataru Polda Metro Jaya Siagakan 5.044 personel”




Leave a Reply